Hard skill vs soft skill mungkin sudah bukan istilah asing lagi bagi sebagian orang. Terutama bagi lulusan muda, pencari kerja atau pekerja. Ketika ingin melamar pekerjaan, kita harus mencantumkan skill teknis dan soft skill yang dimiliki di CV agar pemberi kerja mengetahui bahwa memenuhi persyaratan yang ditetapkan perusahaan. Jarang ada yang berdebat soal hard skill dan soft skill, mana yang lebih penting diantara kedua skill ini?
Pengertian Hard Skill dan Soft Skill
Secara sederhana skill adalah kesanggupan, keterampilan, dan pengetahuan yang dimiliki seseorang. Keterampilan tersebut ada dua jenis, yaitu hard skill vs soft skill. Kedua keterampilan ini diperlukan dan saling melengkapi dalam dunia kerja.
Hard skill
Menurut theuse.com, keterampilan teknis adalah keterampilan atau pengetahuan khusus yang diperlukan untuk suatu pekerjaan. Misalnya, untuk posisi network engineer, keterampilan teknis yang dibutuhkan adalah memahami standar OSI Layer 7, subnetting IP, routing, switching, dll.
Setiap pekerjaan memerlukan keahlian khusus yang berbeda-beda. Itu tergantung pada apa yang dilakukan atau sukai. Keterampilan teknis adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan diukur. Biasanya, keterampilan teknis dapat dipelajari dan dikembangkan melalui pendidikan formal, kursus, pelatihan perusahaan, atau sertifikasi. Ijazah, sertifikat pelatihan, atau penghargaan. Itu adalah contoh alat untuk mengukur seberapa baik menguasai keterampilan teknis tertentu.
Soft Skill
Berbeda dengan hard skill, soft skill berkaitan dengan kemampuan setiap orang dalam berkomunikasi dan berperilaku ketika berinteraksi dengan orang lain. Soft skill cenderung lebih subjektif dan lebih sulit dievaluasi atau diukur. Faktanya, soft skill sendiri lebih sulit untuk didefinisikan.
Contohnya kemampuan komunikasi, memberikan berbagai pilihan solusi, dan memutuskan solusi terbaik, hingga kerjasama termasuk soft skill. Kolaborasi sangat penting karena tidak mungkin bekerja sendirian untuk menyelesaikan permasalahan, terutama di tempat kerja. Namun secara umum istilah tersebut digunakan untuk merujuk pada keterampilan interpersonal atau kecerdasan emosional seseorang. Meski sulit untuk dievaluasi, tetap bisa berlatih untuk meningkatkan keterampilan umum. Berbeda dengan keterampilan teknis, tak bisa mendapatkan manfaat dari pendidikan khusus untuk memperoleh soft skill, baik dalam lingkungan formal maupun informal.
Contoh hard skill
Hard skill membantu kamu untuk bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Hard skill sifatnya spesifik, tergantung pekerjaan tertentu. Berikut adalah beberapa contoh hard skill yang bisa kamu tulis di dalam CV:
- bahasa pemogrman
- UI/UX design
- keamanan jaringan
- kemampuan berbahasa asing (bilingual/multilingual)
- SEO/SEM Marketing
- Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint)
- copywriting
- content writing
- UX writing
- visualisasi data
- project management
- web & app development
- video editing
- digital marketing
- analisis data
- desain grafis (Photoshop, Corel Draw, Illustrator)
- Facebook Ads
- Twitter Ads
- Data Mining
- Google Ads
Contoh soft skill
Kalau hard skill membantumu untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik, soft skill membantumu untuk berkembang di tempat kerja dengan kemampuan berinteraksi secara positif dengan orang lain. Contoh soft skill yang dicari perusahaan adalah sebagai berikut:
- berpikir kreatif
- berpikir kritis
- kolaborasi dan kerja sama tim
- komunikasi
- negosiasi
- presentasi
- empati
- kepemimpinan
- adaptif
- manajemen waktu
- detail-oriented
- public speaking
- kecerdasan emosional
- motivasi diri
- networking (membangun relasi)
- berpikir analitis & berinovasi
- prolem solving
- rasa ingin tahu
- flexibility
- pengambilan keputusan.
Hard Skill vs Soft Skill Sama-Sama Penting
Tidak ada yang lebih penting dari pada yang lain karena hard skill dan soft skill saling melengkapi dan sama-sama dibutuhkan. Kamu tidak bisa pilih salah satu diantara kedua keterampilan. Seseorang harus menguasai satu atau dua keterampilan teknis sekaligus untuk memenuhi tanggung jawabnya di tempat kerja. Dalam hal ini soft skill juga menjadi hal yang penting, karena setiap orang terhubung satu sama lain ketika melakukan pekerjaannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pada tahap lamaran kerja, keterampilan teknis dapat membuat diundang wawancara karena memiliki kualifikasi yang ada. Namun, soft skill dapat membantu lulus wawancara dan diterima bekerja. Dengan kemampuan komunikasi yang baik, dapat menjawab serangkaian pertanyaan wawancara dengan baik. Dalam bekerja, keterampilan teknis tentunya akan membantu dalam menyelesaikan pekerjaan. Tapi soft skill membantu untuk bertahan dan berkembang. Saat bekerja, koordinasi, komunikasi, pemecahan masalah, dll sangat penting mutlak diperlukan. Dengan soft skill yang baik, dapat menyelesaikan permasalahan di tempat kerja dengan baik. Jadi, baik hard skill maupun soft skill penting untuk dipelajari dan dikembangkan.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada yang lebih tinggi dari pada keterampilan teknis dan soft skill. Kedua kemampuan tersebut, hard skill vs soft skill tetap harus ditingkatkan dengan cara berbeda seperti yang sudah dijelaskan.
Referensi
https://blog.skillacademy.com/mengenal-perbedaan-hard-skill-dan-soft-skill
Penulis : Nisa Amalia Putri I.S
Pingback: Peran UX Writer: Tugas dan Peluang Profesional Wajib Diketahui
Toner