
Panel Discussion oleh Dr. Martha Tri Lestari S.Sos.,MM, Djoko Widajatno pada acara Kumparan Green Initiative Conference.
Jakarta, Kamis (18/09/2025) – Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Universitas Telkom berpartisipasi dalam kegiatan yang mendukung transisi menuju keberlanjutan lingkungan, yaitu Green Initiative Conference (GIC) 2025, yang diselenggarakan oleh Kumparan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Dr. Martha Tri Lestari S.Sos.,MM selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan membangun kesadaran tentang keberlanjutan dan menginspirasi tindakan nyata, serta menunjukkan komitmen komunikasi dalam mendukung transisi energi hijau.
“Dari sisi komunikasi, citra itu menjadi output di perusahaan tambang agar tersampaikan dengan baik. Harus ada bukti nyata seperti audit untuk di komunikasikan melalui media digital dan kita perlu bekerja sama dengan pemerintah setempat”, ujar Martha.
Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh master of ceremony. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari masing-masing pihak, penyerahan plakat, foto bersama, kemudian sesi diskusi untuk pertukaran informasi mengenai masing-masing program kerja.
Seperti yang disampaikan oleh Dr. Rio Christiawan selaku CEO Pagatan Usaha Makmur, “Dengan adanya acara ini kita semua berharap semoga lingkungan di indonesia tetap terjaga, masyarakat sejahtera, dan juga turut serta untuk menjaga suhu bumi.”
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, turut menyampaikan paparan dalam Kumparan Green Initiative Conference 2025. Dalam paparan tersebut, Menko AHY mengungkapkan bahwa darurat sampah yang terjadi saat ini berpotensi mengarah pada Waste-to-Energy (WTE). Ia sangat yakin bahwa solusi yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini adalah peran besar dari teknologi serta kesadaran yang tinggi dari seluruh warga negara.
“Sampah harus bisa kita kurangi dan bahkan ada peluang untuk mengubah, mengkonversinya menjadi energi yang baru dan terbarukan. Saya rasa ini semua yang bisa kita bicarakan dalam membahas energi di masa depan,” ujar AHY
Menko AHY juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dibidang kecerdasan buatan (artificial intelligence) bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Artificial intelligence, robotik, dan semua yang membuat kita semakin maju, disisi lain juga punya dampak negatif. Pekerjaan ada yang hilang. Pertanyaannya bukan kemudian apakah teknologi itu bisa kita hentikan, karena tidak mungkin teknologi bisa kita cegah dan hentikan,” jelas AHY.
“Kita tidak boleh kemudian menjadi korban. Disitulah pentingnya kita selalu upgrade kapasitas sumber daya manusia kita. Skills-nya ditambah, diperbaharui. Akhirnya juga bisa tetap relevan dan punya pekerjaan yang membuatnya juga punya kesejahteraan yang baik,” sambungnya.
Kalimat ini didukung pula oleh Gumilar H.N. Ali, Manager CSR Environment & Ecosystem Telkomsel, yang menyatakan harapannya dan mengajak kepada seluruh generasi muda di indonesia untuk membuka mata dan membiasakan diri dengan perubahan demi indonesia yang lebih baik, “Impact untuk manusia, Teknologi, dan Lingkungan.”
Green Initiative Conference yang diadakan oleh Kumparan ini diharapkan dapat menjadi wadah menambah wawasan bagi Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Universitas Telkom. Selain itu kegiatan ini juga dapat berperan sebagai langkah awal untuk memulai langkah baru dan menjadi inspirasi untuk menguatkan inovasi di Indonesia.