Program Studi Ilmu Komunikasi

Dosen Telkom University Adakan Pelatihan Literasi Media dan Komunikasi untuk Penguatan Promosi Wisata Pangandaran

Tim pengabdian masyarakat Telkom University gelar pelatihan literasi media dan komunikasi. Foto/Belva Khansa.

Pangandaran, 27 November 2025 — Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Telkom University yang terdiri dari Yogie Alwaton, Miftahul Rozaq, dan Muhammad Rio Fariza bersama sejumlah mahasiswa menyelenggarakan pelatihan literasi media dan komunikasi pada Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran.

Menurut Ketua Tim, Yogie Alwaton, pelatihan ini bertujuan untuk membekali para pegiat pariwisata Kabupaten Pangandaran dalam melakukan promosi digital melalui edukasi literasi dan komunikasi.

“Alasan dilaksanakannya pengabdian ini karena promosi wisata pangandaran masih konvensional. Padahal, saat ini adalah eranya digital. Wisata pangandaran itu banyak, kami ingin membantu mempromosikan secara digital agar masyarakat tahu melalui pengabdian literasi digital dan keterampilan komunikasi ini”, ujarnya.

Diketahui, Kabupaten Pangandaran memiliki sejumlah potensi wisata yang besar, mulai dari Pantai Pangandaran, Green Canyon, hingga produk UMKM lokal. 

“Tapi semua potensi itu tidak akan maksimal tanpa strategi komunikasi yang baik. Jika literasi media pegiat wisata lemah, promosi jadi tidak efektif dan bisa menurunkan minat wisatawan. Karena itu, kemampuan komunikasi digital sangat penting untuk mendongkrak citra pariwisata daerah,” lanjutnya.

Pengabdian masyarakat ini mengangkat topik “Edukasi Literasi Media dan Komunikasi untuk Meningkatkan Promosi Wisata Kabupaten Pangandaran”. Topik ini memberikan pelatihan dan wawasan kepada pegiat pariwisata untuk mempromosikan berbagai wisata pangandaran secara digital.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran yang menekankan pentingnya kolaborasi akademisi dan pemerintah daerah dalam mendorong promosi wisata yang adaptif di era digital.

Perwakilan Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Diandra Diana, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat relevan untuk meningkatkan kapasitas pegiat wisata agar mampu bersaing di era digital. Literasi media penting bukan hanya untuk memahami teknologi, tetapi juga memanfaatkannya secara kreatif,” ungkapnya.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Peserta aktif bertanya mengenai teknik storytelling destinasi, cara membuat konten visual yang menarik, pengelolaan interaksi dengan wisatawan di media sosial, hingga cara membangun citra destinasi secara konsisten. Tim pengabdian memberikan umpan balik langsung terhadap kebutuhan peserta.

Seorang pegiat pariwisata, Amir Pariono, yang ikut serta dalam pelatihan berbagi pengalamannya dalam mengikuti pematerian.

“Sebagai pegiat pariwisata, merasa lebih tergugah karena programnya bagus untuk dicoba promosi secara digital, dan mengenalkan wisata Pangandaran lebih jauh lagi. Program ini bagus karena banyak pegiat wisata yang masih awam terhadap digital”, ujarnya.

Melalui kegiatan edukasi literasi media dan komunikasi ini, diharapkan kapasitas para pelaku pariwisata dan pemangku kepentingan lokal semakin kuat dalam memanfaatkan media digital secara strategis. Program ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya konten promosi yang lebih autentik, konsisten, dan berbasis kebutuhan wisatawan, sehingga citra pariwisata Kabupaten Pangandaran dapat meningkat secara berkelanjutan. Pada akhirnya, kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut agar upaya pengembangan pariwisata yang inklusif dan berdaya saing tinggi dapat terwujud dalam jangka panjang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Secret Link